Menu Close

Benarkah Atap Baja Ringan Rawan Ambruk?

Baja Ringan Ambruk

Penggunaan atap baja ringan untuk konstruksi bangunan di Indonesia memang semakin populer. Namun, di balik ketenarannya, material ini juga dicurigai rawan ambruk. Kenapa?

Beberapa peristiwa seperti ambruknya atap baja ringan di Gedung Bursa Efek Indonesia tahun 2018 . Hingga yang terbaru, atap Sekolah Dasar Negeri di Ciamis serta RSUD Ciamis roboh pada Oktober 2020 seolah menjadi cambuk bagi pelaku industri baja ringan.

Sebenarnya, kasus yang terjadi tersebut bukan karena kesalahan material baja ringan. Namun, bisa saja dipicu oleh kesalahan yang dianggap remeh, seperti uraian berikut ini.

Teknik Pemasangan

Teknik pemasangan baja ringan yang salah akan meningkatkan risiko ambruknya atap. Sebab, pemasangan atap baja ringan merupakan sistem kesatuan, terdiri dari beberapa elemen dan tidak berdiri sendiri.

Untuk mengatasinya, gambar kerja dan penghitungan kekuatan beban sebelum pemasangan rangka atap penting dibuat. Sehingga tidak melemahkan struktur lain ketika kesalahan dalam pemasangan salah satu bagian.

Pemasangan Kuda-kuda Baja Ringan

Kuda-kuda atap merupakan struktur penting karena turut andil dalam menopang genteng. Sehingga jika pemasangannya tidak sesuai, atap baja ringan rawan ambruk.

Adapun jarak pemasangan antar kuda-kuda baja ringan tergantung pada jenis genteng yang digunakan, bentang kuda-kuda, dan beban lain yang ditopang atap.

Semakin berat beban yang dipikul, seharusnya jarak kuda-kuda semakin pendek. Alternatif lain jika tidak ingin memperpendek jarak kuda-kuda adalah mengganti genteng dengan ukuran profil lebih luas atau lebih tebal.

Pemilihan Genteng

Konstruksi baja ringan cocok menggunakan genteng metal maupun genteng metal berpasir karena ringan dan kokoh. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk mengaplikasikan genteng tanah liat.

Hanya saja jika menggunakan genteng tanah liat, rangka baja ringan yang harus digunakan memiliki ketebalan 1 mm atau 0,75 mm penuh. Kuda-kuda atap juga perlu dibuat dengan benar.

Hal ini mengingat ketika turun hujan lebat, tekanan genteng akan bertambah. Terlebih lagi bobot genteng tanah liat sekitar 1,8 sampai 3 kilogram persatuannya, risiko atap ambruk dapat meningkat.

Pemilihan Bahan Baja Ringan

Memprioritaskan harga murah dibandingkan mutu material baja ringan dapat meningkatkan risiko ambruknya atap.

Sebaiknya selalu pertimbangkan untuk menggunakan produk baja ringan yang telah berstandar SNI, bahkan dilengkapi dengan garansi.

Seperti baja ringan bertanda dan berbahan Zinium. Produk Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) inovatif PT. Sunrise Steel ini pun sudah memenuhi uji syarat tegangan luluh, toleransi ketebalan, serta konsistensi massa lapisan.

Lebih dari itu, keunggulan baja ringan berbahan Zinium juga memiliki daya pantul terhadap panas, tahan suhu tinggi, hingga ketahanan terhadap korosi sangat baik.

Jasa Aplikator Baja Ringan

Pemasangan atap baja ringan tidak sesederhana seperti ketika menggunakan material kayu. Keahlian sangat diperlukan dalam hal ini.

Oleh karena itu, pemilihan jasa aplikator baja ringan penting untuk diperhatikan. Bukan sekadar bisa, tetapi juga perlu memiliki sertifikat terpercaya.

Pada dasarnya, atap baja ringan yang rawan ambruk bukan karena material yang digunakan. Tetapi dapat dipicu oleh beberapa kesalahan, mulai dari teknik pemasangan hingga pemilihan bahan baja ringan maupun jasa aplikator baja ringan.