Menu Close

Bisakah Baja Ringan Dilas?

Teknik Pengelasan

Baja ringan merupakan baja paduan yang presentase karbonnya cukup rendah, yaitu sekitar 0,3% atau malah kurang. Itulah kenapa, material ini juga disebut baja karbon rendah.

Umumnya, harga baja ringan lebih murah dibandingkan dengan baja paduan lainnya dan mudah dilas. Jadi, kalau ada pertanyaan ‘baja ringan apa bisa dilas?’, maka jawabannya  bisa.

Namun, pengelasan pada baja ringan menggunakan teknik khusus, yaitu Tungsten Inert Gas (TIG) yang membuat hasil pengelasan bersih serta presisi.

Ingin tahu lebih banyak tentang jenis teknik pengelasan baja ringan ini? Berikut penjelasan singkatnya seperti dilansir dari Sciencing.

Apa Itu Pengelasan TIG?

Dikenal juga dengan nama Gas Tungsten Arc Welding (GTAW), teknik pengelasan ini adalah salah satu bentuk dari Arc Welding (Las Busur Listrik). Teknik pengelasan ini berkualitas tinggi, namun tingkat fusinya rendah.

TIG menggunakan wolfram atau tungsten sebagai elektrode dan inert gas sebagai pelindungnya. Selain itu, tenaga listrik AC dan DC diperlukan. Sementara untuk melindungi sambungan, lapisan kawat las atau fluks tidak digunakan dalam pengelasan ini.

Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Pengelasan TIG pada Baja Ringan?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pengelasan TIG untuk baja ringan. Di antaranya sebagai berikut.

Batang Pengelasan

Sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa proses pengelasan TIG menggunakan elektrode tungsten yang tidak dikonsumsi. Karenanya, batang atau kawat las terpisah digunakan untuk bahan pengisi dalam pegelasan baja ringan.

Terkait hal tersebut, umumnya batang pengelasan yang digunakan untuk baja ringan adalah garis E60XX dan garis E70XX.

Mesin Las

Berbeda dengan aluminium dan logam lainnya, dimana panas akan menghilang lebih cepat. Baja ringan justru membutuhkan titik elektrode yang lebih tajam untuk memusatkan panas pada lapisan las.

Dalam hal ini, diameter elektrode harus sekitar setengah dari ketebalan bagian yang akan dilas. Mesin las pun harus disetel untuk arus DC dan polaritas arus dengan elektrode bermuatan negatif.

Proses Pengelasan

Baja ringan biasanya memang digunakan tukang las baru untuk latihan karena kemudahannya saat dilas. Tapi saat berbicara tentang proses pengelasan TIG, hal ini justru membutuhkan lebih banyak konstentrasi dan kemahiran.

Sebelum melakukan pengelasan, semua benda kerja dan batang las harus bersih. Hal ini karena partikulat (asap, debu, uap, atau partikel kecil lainnya) akan melemahkan pengelasan.

Tukang las membuat busur pada awal pengelasan, lalu menciptakan genangan air, dan menahan elektrode pada sudut 10 sampai 15 derajat dari vertikal.

Kemudian elektrode diarahkan ke arah pengelasan. Sementara itu, tukang las mendorong logam cair ke depan dengan menggerakkan elektrode dan busur ke depan.

Hal yang perlu diingat saat proses ini berlangsung adalah tukang las harus menjaga toleransi antara elektrode, benda kerja, dan batang pengisi.

Keamanan

Cahaya yang dipancarkan saat proses pengelasan TIG memang tidak seterang metode lainnya. Namun persentase sinar ultravioletnya lebih tinggi dari teknik lain, sehingga tukang las harus lebih hati-hati untuk melindungi diri, ruang kerja, maupun orang yang lewat.

Tukang las dapat menggunakan lensa nomor 10 pada helm yang digunakan mereka untuk member perlindungan pada mata sambil menjaga jarak pandang.

Di samping itu, sarung tangan dan pakaian untuk melindungi kulit dari risiko luka bakar juga perlu digunakan.

Terjawab sudah pertanyaan tentang ‘baja ringan apa bisa dilas’, yaitu dengan menggunakan teknik pengelasan TIG.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelu menerapkan pengelasan pada baja ringan ini. Di antaranya terkait batang pengelasan, mesin las, proses pengelasan, hingga tingkat keamanan bagi tukang las maupun lingkungan sekitar.