Menu Close

Rangka Atap Rumah Baja Ringan Vs Kayu, Mana yang Bagus?

Rangka Atap Rumah Baja Ringan Vs Kayu

Rangka atap rumah baja ringan beberapa tahun ini seolah menggeser popularitas kayu. Meski begitu, tak sedikit orang yang masih membandingkan kedua material ini.

Lalu, sebenarnya material mana yang lebih bagus untuk rangka atap? Untuk mengetahuinya, ada beberapa faktor yang dapat menjadi pembanding, seperti ulasan berikut.

Kekokohan Rangka Atap Baja Ringan Vs Kayu

Sebagaimana bahan alami lainnya, atap kayu cenderung mudah keropos dan rentan serangan rayap. Memang ada jenis yang lebih kokoh seperti kayu jati. Namun, kamu perlu mengeluarkan biaya lebih mengingat harga material ini tidak murah.

Berbeda dengan rangka atap rumah baja ringan. Material ini lebih tahan terhadap rayap, tahan api, bahkan tidak mudah berkarat.

Terlebih lagi jika kamu memilih baja ringan berbahan dan bertanda Zinium yang sudah terbukti akan kekokohannya. Bahkan karena homogenitas unsur Aluminium dan Zinc, menjadikan Zinium mampu menahan korosi lebih baik dari produk lain.

Lebih dari itu, produk Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) inovatif dari PT Sunrise Steel ini juga sudah berlabel SNI dan bergaransi.

Harga Rangka Atap Baja Ringan Vs Kayu

Selain kekokohannya, harga juga dapat menjadi salah satu faktor yang sering dipertimbangkan dalam memilih baja ringan atau kayu untuk rangka atap.

Dalam hal ini, sebenarnya sebelum ketersediaannya semakin menipis, harga kayu lebih murah daripada baja. Namun, beberapa tahun belakangan, hal yang terjadi justru sebaliknya.

Sementara itu, harga baja ringan dapat dikatakan lebih terjangkau karena beberapa waktu ini keberadaannya mudah dicari.

Kemudahan Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan Vs Kayu

Tidak ada yang tahu kapan musibah datang. Misalnya saat rangka atap rumah dari kayu ambruk dan harus segera direnovasi.

Saat menghadapi situasi ini, mungkin kamu tidak memiliki dana darurat untuk pengeluaran ini. Namun ada sejumlah pertimbangan perlu dipikirkan secara matang.

Jika rangka atap kayu yang tersisa masih cukup kokoh, kamu cukup mengganti beberapa material yang rusak. Sebaliknya, jika kondisinya sudah parah dan harus diganti total, baja ringan adalah pilihan yang bijak.

Hal ini karena baja ringan merupakan material yang mudah dan cepat dalam pemasangannya. Biasanya untuk rumah dengan luas 150 meter persegi, seorang aplikator dapat mengerjakannya sekitar 2 hari.

Dampak Kedua Material Terhadap Lingkungan

Semakin lama, persediaan pohon sebagai sumber dari material kayu akan menipis. Sementara baja ringan dapat didaur ulang setelah masa pakainya berakhir.

Namun jika dilihat dari segi keberlanjutan, kayu lebih ramah lingkungan daripada material baja. Hal ini karena kayu dari material organik. Sebaliknya, proses pembuatan baja berisiko mencemari lingkungan.

Melalui beberapa hal di atas, mungkin kamu dapat menyimpulkan sendiri, mana yang lebih bagus antara rangka atap rumah baja ringan atau kayu. Pada dasarnya, tidak ada yang salah jika memilih salah satunya.

Hanya saja, kamu juga perlu mempertimbangkan beberapa faktor. Baik dari segi kekokohan, harga, waktu pemasangan, hingga pengaruhnya terhadap lingkungan.