Menu Close

3 Kriteria untuk Mengukur Kekuatan Baja Ringan

Kekuatan Baja Ringan

Penggunaan baja ringan demi memenuhi kebutuhan konstruksi bisa dibilang kini semakin populer, terutama untuk rangka atap.

Hal ini karena material tersebut dinilai kokoh, tahan karat, tahan rayap, sehingga masa pemakaiannya lebih lama. Tidak heran jika baja ringan mampu menggeser popularitas kayu yang memang sudah menjadi bahan bangunan sejak dulu.

Lantas, apakah semua produk baja ringan tersebut bisa sembarang digunakan? Atau memang ada kriteria tertentu untuk mengukur kekuatan baja ringan sampai material ini layak digunakan? Berikut ulasannya.

Kekuatan Tarik

Berbeda dengan baja konvensional, baja ringan relatif tipis dan ringan. Itulah kenapa, ada kriteria khusus agar kekuatannya dapat tetap dipertahankan.

Seperti sifat high tensile (kekuatan tarik tinggi) G550 atau sebesar 550 Mpa merupakan syarat untuk baja ringan. Artinya meskipun ringan dan tipis, tetapi mampu menopang beban berat.

Jadi apabila digunakan sebagai rangka atap, baja ringan masih mampu menopang penutup atap yang lebih berat seperti genteng tanah liat misalnya.

Desain Struktur Aman

Bahan baja ringan tidak cukup hanya bermutu saja. Tetapi juga perlu software khusus untuk mendesainnya menjadi struktur rangka atap yang mampu menopang beban.

Nantinya, desain tersebut akan menghasilkan informasi tentang bahan, di antaranya seperti ketebalan dan jenis profil baja, jumlah sekrup, hingga letak kuda-kuda.

Bukan hanya sekadar gambar biasa. Desian struktur tersebut juga akan diterjemahkan ke dalam gambar kerja yang sangat detail. Kemudian digunakan oleh aplikator bajar ringan terlatih sebagai acuan dalam memang rangka atap sesuai beban rencana pada desain.

Secara umum, tebal baja ringan antara 0,4 mm sampai 1 mm, tergantung dari fungsinya. Misalnya untuk kuda-kuda yang berukuran antara 0,75 mm sampai 1 mm. Sementara reng umumnya memiliki tebal 0,45 mm hingga 0,7 mm.

Sistem Terintegrasi

Kriteria lain yang dapat mengukur kekuatan baja ringan adalah sistem yang terintegrasi. Hal ini mengingat bahwa rangka atap baja ringan merupakn sistem kesatuan yang saling terhubung. Artinya, ini bukan struktur yang berdiri sendiri.

Karena hal itu pula tidak bisa diperlakukan sama sebagai material satuan. Bahkan untuk harganya pun tergantung dari desain atap yang diinginkan. Dalam hal ini, kualitas sambungan atau sekrup khusus yang digunakan juga harus baik.

Itulah beberapa kriteria untuk mengukur kekuatan baja ringan. Selain faktor-faktor tersebut, bahan baja ringan yang digunakan juga perlu dipertimbangkan.

Seperti Zinium, produk Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) inovatif PT. Sunrise Steel yang sudah teruji kekuatan, kekokohan, dan keawetannya, telah berlabel SNI, hingga bergaransi.