Konstruksi

Trik Cegah Risiko Kecelakaan di Proyek Karena Listrik, Panas, dan Ketinggian: Jangan Tunggu Sampai Kejadian!

Pekerjaan di dunia konstruksi memang tidak terlepas dari risiko kecelakaan kerja. Bahkan berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan BPJamsostek, sampai saat ini sektor industri konstruksi menyumbang kasus kecelakaan kerja di Indonesia dengan persentasi sampai dengan 32% setiap tahunnya.

Listrik, panas, serta ketinggian menjadi beberapa penyebab terjadinya kecelakaan kerja di lokasi proyek. Semua faktor-faktor itu tidak bisa disepelekan karena bukan cuma membuat pekerja konstruksi mengalami cacat permanen, tapi mereka juga bisa meregang nyawa.

Mengingat tingginya risiko karena ketiga faktor tersebut, penting untuk menghindarinya dengan trik-trik berikut.

Pekerjaan yang Berhubungan dengan Listrik

Tidak dapat dipungkiri jika pekerja proyek berisiko tersetrum. Dampak dari sengatan listrik ini cukup berbahaya, seperti terjadinya gagal jantung hingga gangguan pernapasan akibat konstraksi hebat yang dialami paru-paru.

Besarnya arus listrik yang mengalir dalam tubuh, lintasan aliran arus dalam tubuh, serta lamanya waktu tersetrum adalah beberapa faktor penentu seberapa parahnya akibat dari sengatan listrik itu bagi tubuh.

Ilustrasi Ilustrasi Listrik
Ilustrasi Ilustrasi Listrik

Guna meminimalisir bahaya dari listrik ini, perlu sistem pengamanan yang memadai. Dikutip dari laman WIKA Beton, pertama pengamanan terhadap tegangan sentuh, seperti isolasi pengaman yang memadai; mengalangi kontak langsung; menggunakan enclosure, pembatas atau penghalang; menggunakan interlocking; menggunakan MCB (Miniature Circuit Breaker) untuk sistem proteksi instalasi listrik; menggunakan lampu standar penerangan di lapangan; tidak menggunakan kabel sambungan, steker; serta memastikan stop kontak sesuai standar kelistrikan (SNI).

Sedangkan untuk sistem pengamanan kedua yaitu berkaitan dengan tegangan sentuh yang terdiri dari grounding system dan memastikan bahwa semua panel listrik dilengkapi ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker).

Baca juga: Bagaimana Cara Aman Instalasi Listrik Atap Baja Ringan?

Pekerjaan yang Berhubungan dengan ‘Panas’

Contoh dari kegiatan ini seperti pengelasan, pemotongan, dan sejenisnya. Pekerjaan semacam ini berpotensi menimbulkan ledakan atau kebakaran, tersetrum listrik, hingga gangguan kesehatan akibat gas yang dihasilkan.

Potensi bahaya dari pekerjaan proyek satu ini dapat dihindari dengan cara pertama, yaitu memastikan area dilaksanakannya kegiatan bebas dari bahan yang mudah terbakar.

Tips kedua adalah melapisi peralatan dan aksesoris di tempat kerja dengan pelindung. Ketiga, APAR serta peralatan penanggulangan kebakaran wajib tersedia di tempat kerja yang panas. Keempat, cek semua peralatan sebelum melakukan pekerjaan untuk memastikan keamanannya. Selain itu, pekerja proyek juga harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APB) yang sesuai dengan pekerjaan panas ini.

Pekerjaan yang Berhubungan dengan Ketinggian

Pekerja Konstruksi
Pekerja Konstruksi

Pekerja proyek yang melakukan kegiatannya di tempat ketinggian berisiko terjatuh atau bahkan tertimpa material maupun alat berata. Jika pekerjaan berhubungan dengan hal ini, pertama pekerja harus memiliki surat izin kerja (work permit) serta memastikan jika syarat telah terpenuhi. Kedua, pastikan semua pekerja mengikuti toolbox meeting dan sedang dalam kondisi prima.

Pastikan untuk meletakkan tangga pada landasan yang kuat, kemiringan yang tepat, dan kondisinya terikat. Adapun lantai dan lubang shaft wajib dilindungi dengan pelindung yang kuat.

Hal yang tak kalah penting juga pekerja harus mengenakan APD, yaitu full body harness yang dikaitkan pada media kuat atau titik aman pengait, di antaranya lifeline, lanyard, atau self retracting lanyard. Petugas yang kompeten pun perlu melakukan inspeksi secara berkala terkait kelengkapan kerja, baik soal full body harness, tali absorber, lifeline, maupun fall arrester. Selain itu, perhitungkan kondisi cuaca agar tak membahayakan kesehatan serta keselamatan pekerja proyek.

Baca juga: Penyumbang Kasus Kematian Terbanyak di Indonesia, Ini Pentingnya Terapkan Keselamatan Kerja di Sektor Konstruksi

***

Demi melindungi diri dari potensi bahaya karena pekerjaan yang berhubungan dengan listrik, panas, dan ketinggian, trik-trik tersebut dapat diterapkan.

Selain itu, perlindungan lain pun diperlukan bagi pekerja konstruksi, mengingat tingginya risiko kecelakaan yang tinggi untuk profesi ini. Misalnya melakukan antisipasi dari dampak lanjutan kecelakaan, seperti terkait biaya yang mungkin dikeluarkan untuk pengobatan atau pun kebutuhan lain.

Kabar baiknya, ZINIUM® punya solusi dari permasalahan tersebut, yaitu Santunan Tukang Baja Ringan yang berlangsung mulai 1 September 2022 sampai dengan 31 Agustus 2023.

Santunan Tukang Baja Ringan
Santunan Tukang Baja Ringan

Melalui program yang diadakan oleh PT Sunrise Steel ini, para pekerja atau tukang/aplikator baja ringan yang membeli semua produk baja ringan bertanda dan berbahan ZINIUM®, berkesempatan mendapat santunan sampai dengan Rp100 juta.

Syarat lainnya adalah peserta merupakan warga negara Indonesia berusia antara 18-65 tahun dan tinggal di Indonesia ini menyertakan bukti atau nota pembelian saat mendaftar.

Peserta dapat mendaftar dengan mengisi data diri secara lengkap dengan menyertakan identitas diri (KTP/SIM) dan nota pembelian baja ringan berbahan ZINIUM ® berupa softcopy dengan klik mengunjungi website www.ziniumpeduli.com.

Ayo segera daftarkan diri agar bisa menjadi bagian dari penerima Santunan Pekerja ZINIUM® dengan nominal sampai dengan Rp100 juta!

Mau tahu info lebih lanjut? Hubungi HALO ZINIUM (jam kerja 08.00-16.00 WIB) di nomor 0811 305 60000 atau kirimkan email ke zinium.care@sunrise-steel.com.***

https://sunrise-steel.com