Menu Close

Peranan Ketebalan Baja Ringan yang Jarang Diketahui

Ketebalan Baja Ringan

Peran dari ketebalan baja ringan yang sering digaungkan oleh produsen atau distributor sebagai salah satu keunggulan produk terkadang diabaikan.

Konsumen sering kali hanya menyimpulkan, semakin tebal, maka material tersebut pasti bagus. Hal ini memang tidak salah.

Terkait hal tersebut, perlu diketahui bahwa ada dua peran yang menentukan ketebalan produk baja ringan, yaitu:

Ketebalan Pelat

Ketebalan ini berhubungan dengan kemampuan produk dalam menahan beban-beban yang bekerja, misalnya atap yang diletakkan di atasnya.

Ketebalan pelat ini diukur dalam Base Metal Thickness (BMT) atau Black Metal Thickness, serta memiliki dihitung dalam satuan milimeter.

Ketebalan Coating

Coating berkaitan dengan pelapis baja ringan yang memberikan ketahanan terhadap korosi, termasuk karat. Ketebalan coating sendiri juga diukur dalam satuan militer, micron, maupun berat per meter persegi pelapisan.

Cara Mengukur Ketebalan Coating

Para ppraktiknya, cara mengetahui ketebalan coating dapat menggunakan dua metode. Yaitu mengukurnya dalam satuan panjang dan melalui sebaran coating pada baja dasar dalam sautan berat per luas penampang.

  • Pengukuran dalam satuan panjang/ ketebalan (milimeter/ micron). Nilainya diperoleh dari Total Coating Thickness (TCT) dikurangi dengan BMT. Misalnya pada baja ringan AZ100, dengan nilai TCT= 0,85 mm dan BMT = 0,80 mm. Maka tebal coating = 0,75 – 0,70 = 0,05 mm atau 50 micron.
  • Pengukuran dalam satuan berat per meter persegi berdasarkan sebaran coating. Pengukuran dengan satuan gram per meter persegi ini berdasrkan berat coating yang meliputi baja dasar. Contohnya coating AZ-100, artinya pelapisan memiliki berat 100 gram/m2.

Apa Peranan Ketebalan Baja Ringan?

Bukan sekadar titel ‘bagus’, ketebalan material, terutama terkait coating juga dapat menjadi acuan, baja ringan tersebut tahan sampai berapa tahun.

Semakin tebal pelapisnya, maka ketahanan terhadap karatnya pun lebih lama. Berikut ini adalah contoh beberapa massa lapis AZ sekaligus prediksi lama masa pakainya.

  • AZ 200 (massa lapis 200 gr/m2) = 30-40 tahun
  • AZ 150 (massa lapis 150 gr/m2) = 20-30 tahun
  • AZ 100 (massa lapis 100 gr/m2) = 10-20 tahun
  • AZ 70 (massa lapis 70 gr/m2) = 3-5 tahun
  • ≤ AZ 50 (massa lapis 50 gr/m2) = ≤ 1 tahun

Estimasi waktu tersebut bisa saja tidak tepat. Terlebih lagi jika lokasi bangunan yang menggunakan material ini di area dengan risiko korosi cukup tinggi seperti dekat bibir pantai atau di daerah industri.

Sementara itu, ketebalan pelat baja menentukan kekuatan bahan dalam menopang beban. Semakin tebal baja dasar (BMT), artinya material ini semakin kokoh dalam menopang beban di atasnya.

***

Berdasarkan ulasan di atas, sebenarnya ketebalan baja ringan bukan hanya sekadar penentu material tersebut bagus atau sebaliknya.

Lebih dari itu, seperti ketebalan coating menjadi acuan berapa tahun baja ringan tahan terhadap karat. Sementara ketebalan pelat dapat menentukan seberapa kuat bahan dalam menopang beban.

Terkait hal tersebut, ZINIUM, Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) inovatif PT. Sunrise Steel merupakan bahan baja ringan yang memiliki kriteria ketebalan tersebut. Mutu dan kualitasnya pun terjamin karena adanya garansi produk dan label SNI.